JOMBANG,Bangjo.co.id– Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang terus berkomitmen mewujudkan tata kelola pasar rakyat yang modern dan tertib. Melalui Bidang Sarana Perdagangan, Disdagrin memastikan bahwa proses relokasi pedagang ke gedung baru Pasar Ploso dilakukan dengan mengedepankan aturan yang berlaku demi kenyamanan bersama.
Kepala Bidang Sarana Perdagangan Disdagrin Jombang, Yustinus Haris Eko, menjelaskan bahwa seluruh tahapan penataan lapak dan kios bagi para pedagang telah berpedoman pada Peraturan Bupati (Perbup) No. 76 Tahun 2024 tentang Pedoman Pembangunan dan Pengelolaan Pasar Rakyat.
Yustinus, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan upaya persuasif dan sosialisasi kepada para pedagang. Langkah ini diambil agar transisi menuju gedung baru berjalan mulus sesuai dengan database yang telah terverifikasi.
“Kami mengacu pada aturan teknis yang ada dalam Perbup. Sosialisasi telah kami upayakan agar para pedagang mendapatkan informasi yang jelas mengenai alokasi kios atau lapak sesuai dengan data yang tercatat di Disdagrin,” ujar Yustinus saat ditemui di ruang kerjanya Senin, (22/12) siang.
Menanggapi dinamika di lapangan, khususnya terkait penempatan pedagang buah, Disdagrin menegaskan telah menjalin komunikasi dengan perwakilan paguyuban pedagang. Pemerintah Kabupaten Jombang berupaya memberikan solusi terbaik agar seluruh pedagang, baik yang sudah mendapatkan lapak maupun yang sedang dalam proses, dapat tertampung dengan layak.
“Kami sedang mematangkan pembenahan di beberapa titik bedak lapak. Tujuannya satu, yakni memastikan seluruh pedagang di Pasar Ploso yang baru dibangun ini bisa segera beraktivitas dan meningkatkan perekonomian mereka,” tuturnya optimis.
Meskipun terdapat aspirasi dari beberapa pedagang mengenai teknis pembagian, Disdagrin Jombang berkomitmen untuk terus membuka ruang komunikasi. Langkah-langkah strategis yang akan terus diperkuat meliputi:
Validasi Data Berkelanjutan: Memastikan setiap pedagang mendapatkan tempat yang sesuai dengan jenis komoditasnya melalui pendekatan kekeluargaan.
Koordinasi Aktif dengan Paguyuban: Mempererat sinergi antara pemerintah dan perwakilan pedagang untuk mencari solusi atas kendala teknis di lapangan.
Penyempurnaan Fasilitas: Melakukan perbaikan sarana secara bertahap guna memastikan gedung baru Pasar Ploso menjadi pusat perbelanjaan yang representatif dan nyaman bagi penjual maupun pembeli.
Dengan semangat gotong royong, relokasi Pasar Ploso diharapkan menjadi momentum kebangkitan ekonomi kerakyatan di wilayah Jombang utara melalui fasilitas pasar yang lebih bersih, aman, dan teratur. (brown)




