Scroll Untuk Lanjut Membaca

MAKASAR, bangjo.co.id | Jalan Andi Pangeran Pettarani di Makassar diselimuti asap hitam pekat, Jumat malam lalu. Bukan karena kabut, melainkan amarah massa yang membakar Gedung DPRD Kota. Dua orang tewas terpanggang, terjebak di dalam kobaran api.

Awalnya massa hanya memblokade jalan, sebagai aksi solidaritas atas tewasnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan. Namun, situasi memanas ketika sejumlah kendaraan di depan gedung wakil rakyat itu disulut api. Pagar yang menjulang dijebol, dan ratusan orang menyerbu masuk ke halaman.

Belasan mobil dan motor yang terparkir menjadi sasaran amuk. Api melahap kendaraan satu per satu, disusul dengan lemparan batu yang menghantam kaca dan pintu gedung. Di tengah kobaran, sekelompok demonstran berteriak, “Revolusi, Makassar Menyala!”

Api kemudian merembet ke bangunan utama DPRD. Pos jaga ambruk, pintu utama dirusak, dan atap gedung pun ikut dilalap si jago merah. Hingga api semakin membesar, tak terlihat aparat kepolisian maupun pemadam kebakaran di lokasi. Ribuan warga sekitar justru memadati jalan, menonton sambil bersorak setiap kali terdengar letupan dari mobil yang meledak.

Dua Korban Jiwa dalam Kobaran

Di balik asap hitam yang mengepul, tragedi lain muncul. Dua orang meninggal dunia dalam insiden ini. Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Ujung Tanah, Syaiful, tewas setelah terjebak di lantai empat gedung. Syaiful diketahui menghadiri rapat paripurna mewakili camat.

“Terjebak api, lompat di lantai empat… astagfirullah,” ucap Camat Ujung Tanah, Amanda Syahwaldi, dengan suara parau di RS Grestelina.

Korban lain adalah seorang anggota Satpol PP bernama Budi, yang juga berada di gedung saat api melahap bangunan. Kepala Bappeda Makassar, Dahyal, mengonfirmasi dua kematian itu. “Satu Satpol dan satu Kepala Seksi di Kecamatan Ujung Tanah,” katanya.

Usai melalap habis gedung DPRD kota, massa tak berhenti. Mereka bergeser ke gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan di Jalan Urip Sumoharjo. Aksi meluas, tak hanya oleh mahasiswa, tapi juga warga yang merasa ikut marah atas tewasnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang sehari sebelumnya terlindas kendaraan taktis Brimob di Jakarta.

Hingga dinihari, aroma terbakar masih menyelimuti Pettarani. Di antara sorak-sorai massa dan kepulan asap, api tak hanya melahap gedung dan kendaraan, tapi juga menjadi penanda krisis kepercayaan yang semakin membara antara rakyat dan wakilnya.