Scroll Untuk Lanjut Membaca

JOMBANG, bangjo.co.id – Desa Sumberejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, merayakan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia dengan cara yang unik dan penuh kebersamaan. Perayaan tahunan ini menampilkan Tumpeng Pisang Raksasa dan 23 tumpeng hasil bumi lokal sebagai simbol rasa syukur atas kemerdekaan bangsa.

Kepala Desa Sumberejo, Ismiatun, mengatakan bahwa acara ini murni merupakan hasil swadaya dan gotong royong masyarakat. “Ini adalah bentuk rasa syukur kami atas kemerdekaan yang telah diraih. Kami ingin mengenang perjuangan para pahlawan dengan cara yang khas dan membangkitkan semangat kebersamaan,” ujarnya, Sabtu, 30 Agustus 2025.

Seluruh RT di desa berpartisipasi dengan membuat tumpeng hasil bumi masing-masing. Tumpeng-tumpeng tersebut kemudian diarak oleh warga yang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah, menciptakan suasana karnaval budaya yang meriah.

Puncak acara berpusat di lapangan desa, di mana Tumpeng Pisang Raksasa menjadi ikon utama. Tumpeng-tumpeng dari setiap RT disusun mengelilingi tumpeng raksasa tersebut. Seluruh hasil bumi dari tumpeng ini dibagikan kepada pengunjung, bukan diperebutkan, untuk menjaga ketertiban.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk perwakilan Bupati Jombang, anggota DPRD Jombang Arif Sutikno dan Abah Subur, Camat Wonosalam Haris Aminudin, Kapolsek Wonosalam AKP Achmad Darul Huda, dan Danramil Nanang Avianto, serta seluruh kepala desa se-Kecamatan Wonosalam.

“Saya sangat puas dan senang atas kegiatan ini, karena kekompakan dan kebersamaan warga, acara ini bisa sukses dan berjalan lancar sesuai rencana,” kata salah satu peserta, yang hanya disebut sebagai AR.

Meskipun diiringi orkes dangdut dan sound system berkualitas tinggi, acara berlangsung aman, damai, dan tertib. Kapolsek dan Danramil Wonosalam turut memimpin pengamanan hingga acara selesai. Sepanjang jalan desa juga dihiasi dengan bunga dan bendera khas Agustusan, yang semakin menambah kemeriahan.

Dengan keberhasilan acara ini, Desa Sumberejo kembali membuktikan semangat nasionalisme dan gotong royong yang kuat di tengah masyarakat pedesaan.