Scroll Untuk Lanjut Membaca

JOMBANG,Bangjo.co.id – Wilayah Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, saat ini tengah dilanda cuaca ekstrem dengan intensitas hujan yang cukup tinggi. Kondisi tersebut membawa dampak beragam bagi para petani. Sebagian merasa diuntungkan karena tanaman menjadi lebih subur, namun tidak sedikit pula yang mengalami kerugian, terutama para petani durian.

Musim hujan berkepanjangan diketahui berpengaruh besar terhadap masa pembungaan dan pembuahan durian. Akibatnya, panen durian Wonosalam tahun ini tidak bisa maksimal seperti tahun-tahun sebelumnya.

Meski demikian, durian Wonosalam tetap berbuah dan masih dapat ditemukan di pasaran. Hingga saat ini, durian lokal Wonosalam masih banyak beredar dan para pedagang durian juga tetap berjualan seperti biasa di sejumlah titik.

Foto:Durian lokal wonosalam

Terkait berita yang beredar menyebutkan bahwa Wonosalam mengalami gagal panen hingga 90 persen lebih, sejumlah pihak menilai informasi tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya dan masih sebatas perkiraan.

Kabar tersebut bisa berakibat menurunnya pengemar durian dari luar daerah yang akan datang ke wonosalam.

Hal tersebut disampaikan oleh beberapa pedagang dan penebas durian di Wonosalam saat dikonfirmasi awak media. Mereka menyebutkan bahwa memang saat ini durian tidak sebanyak musim sebelumnya, namun tidak sampai mengalami gagal panen hingga 90 persen.

Waduh ..dikira konsumen duren yg beredar di wonosalam adalah durian dari luar, pungkas pedagang duren sambil merapikan kancing bajunya.

Memang durian tahun ini jarang yang berbuah, tapi tidak sampai 90 persen gagal.

Buktinya, durian dagangan saya sampai sekarang juga tidak pernah kosong ,Setiap hari saya masih dapat durian dari petani maupun dari pohon yang sudah saya tebas,” ungkap salah satu pedagang.

Hal senada juga disampaikan pedagang durian lainnya asal Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam, yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku selama ini hanya mengambil durian dari wilayah Wonosalam dan tidak pernah mendatangkan durian dari luar daerah.

Sementara itu, para pecinta durian dari luar kota juga mengaku tidak kesulitan mendapatkan durian Wonosalam. Salah satunya Rudi, warga Sidoarjo, yang rutin datang ke Wonosalam untuk membeli durian.

Saya tidak susah mencari durian di sini. Pelanggan saya juga ada beberapa orang di Wonosalam. Setiap kali saya datang, selalu ada durian,” kata Rudi saat diwawancarai awak media bangjo.co.id ,Sabtu (24/01/26).

Dapat disimpulkan bahwa cuaca ekstrem berupa musim hujan tahun ini memang membawa dampak signifikan bagi para petani durian di Wonosalam. Namun demikian, durian lokal Wonosalam masih tetap tersedia di pasaran meski jumlah panennya menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

 

(JOKO)