JOMBANG, Bangjo. co. id – Penutupan akses menuju objek cagar budaya nasional Petirtaan Sumberbeji di Desa Kesamben, Ngoro Jombang mengejutkan para pengunjung Petirtaan Sumber Beji.
Pasalnya, penutupan jalan tersebut dilakukan oleh pemilik tanah yang dijadikan akses jalan menuju lokasi wisata petirtaan karena kompensasi yang dijanjikan tidak dibayarkan dan tidak ada kejelasan yang pasti dari pihak pemerintah Desa (Pemdes) maupun pengelola.
Muhammad Imadudin, pemilik tanah sawah yang dijadikan akses jalan menuju situs membenarkan perihal aksinya menutup akses jalan menuju Situs Petirtaan Sumberbeji, karena tidak ada kejelasan kompensasi atas tanah yang digunakan jalan oleh pengelola, “memang saya blokir, karena tidak ada kejelasan kompensasi, ” ujarnya, kepada Bangjo. co. id pada Senin(16/02/2026).
”Jadi sebenarnya tidak serta-merta langsung saya tutup, sebelumnya saya diping-pong oleh ketua PKL (pengurus), dan pemerintah desa setempat beserta camat terkait kejelasan Kompensasi tanah sawah saya yang dijadikan akses masuk Petirtaan Sumber Beji ,”terang Udin yang akrab dipanggil.
Sementara itu, setelah adanya penutupan akses jalan tersebut, saya dikonfirmasi oleh sekretaris camat (sekcam) untuk dibicarakan dengan pemerintah Desa (kepala desa) atas permintaan kompensasi yang saya ajukan.
Sebenarnya kompensasi yang diminta Udin sudah sepakat setahun yang lalu, namun untuk realisasinya tidak ada kejelasan dan terkesan diabaikan oleh pemerintah daerah baik pengelola maupun pemdes.
Lanjut udin, “Saya akan terus memblokir akses jalan menuju wisata tersebut, sampai permintaan saya atas kompensasi yang dijanjikan terpenuhi, “tutupnya.




